Selasa, 08 Desember 2015

[Praktikum beton pekan ke -1] Kelompok 3 - Agregat - Larasita


[Praktikum Beton Pekan ke-1] Kelompok 3 – Agregat - Larasita

Pada tanggal 29 Oktober 2015, saya dan teman-teman saya melaksanakan praktikum bahan bangunan laut yang pertama. Pada kali ini, kita akan melaksanakan praktikum agregat yang terdiri dari beberapa bagian lagi yaitu: pemeriksaan berat volume agregat, analisis saringan halus agregat kasar dan halus, pemeriksaan zat organik dalam agregat halus, pemeriksaan kadar lumpur dalam agregat halus, pemeriksaan kadar air agregat, analisis spesific gravity agregat halus dan agregat kasar.

1.       Pemeriksaan berat volume agregat

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat volume agregat kasar maupun halus.

 

Prosedur percobaan:

Pertama, masukkan agregat ke dalam talam sekurang-kurangnya sebanyak kapasitas wadah. Lalu, keringkan dengan oven, suhu pada oven (110±5)˚C sampai berat menjadi tetap untuk digunakan sebagai benda uji. Hitung berat pada keesokan harinya.
 

 

2.       Analisis Saringan Agregat Halus

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan gradasi agregat halus.
 

Prosedur percobaan:
Saringan agregat halus dengan menggunakan beberapa saringan yang telah ditentukan. Lalu timbang berat agregat berdasarkan saringannya masing-masing.

 


3.       Analisis Saringan Agregat Kasar

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan gradasi agregat kasar.


Prosedur percobaan:

Saringan agregat halus dengan menggunakan beberapa saringan yang telah ditentukan. Lalu timbang berat agregat berdasarkan saringannya masing-masing.

 


4.       Pemeriksaan zat organik dalam agregat halus

Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan adanya bahan organik dalam agregat halus yang akan digunakan pada campuran beton.

 
Prosedur percobaan:
Masukkan pasir ke dalam botol, lalu tambah larutan NaoH 3%, kemudia kocok hingga isinya mencapai kira-kira ¾ volume botol. Bandingkan warna cairan dengan organik plate.

 


5.       Pemeriksaan kadar lumpur dalam agregat halus

Tujuan percobaan ini adalah menentukan besarnya persentase kadar lumpur dalam agregat halus yang digunakan sebagai campuran beton.
 

Prosedur percobaan:

Masukkan lumpur ke dalam gelas ukur dan larutkan dengan air. Kemudia kocok agar pasir tercuci dari lumpur. Ukur tinggi pasir dan tinggi lumpur.

 


6.       Pemeriksaan kadar air agregat

Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan besarnya kadar air yang terkandung dalam agregat dengan cara pengeringan.

 

Prosedur percobaan:

1.       Talam ditimbang dan dicatat beratnya (W1)

2.       Benda uji dimasukkan ke dalam talam, kemudian berat talam ditambah benda uji ditimbang. Berat dicatat sebagai W2.

3.       Berat benda uji dihitung dengan persamaan W3=W2-W1

4.       Contoh benda uji dikeringkan bersama talam dalam oven pada suhu (110 ± 5)oC hingga beratnya tetap

5.       Setelah kering contoh ditimbang dan dicatat berat benda uji beserta talam (W4)

6.       Berat benda uji kering dihitung dengan persamaan W5=W4­­- W1

 

7.       Analisis spesific gravity agregat halus

Tujuan percobaan: untuk menentukan bulk and apparent Specific Gravity dan penyerapan (absorpsi) agregat halus menurut prosedur ASTM C128.

 


Prosedur:

Pada percobaan kali ini, percobaan dilakukan oleh mekanik yang ada di lab.


1.       Agregat halus yang jenuh air dikeringkan sampai diperoleh kondisi kering dengan indikasi contoh tercurah dengan baik.

2.       Sebagian dari contoh dimasukkan ke dalam cetakan kerucut pasir (metal sand cone mold). Benda uji lalu dipadatkan dengan tongkat pemadat (tamper) dengan jumlah tumbukan sebanyak 25 kali setiap satu dari tiga bagian yang terisi. Kondisi SSD diperoleh ketika butir-butir pasir longsor/runtuh ketika cetakan tersebut diangkat.

3.       Contoh agregat halus sebesar 500 gram dimasukkan ke dalam piknometer. Kemudian piknometer diisi dengan air sampai 90% penuh. Bebaskan gelembung-gelembung udara dengan cara menggoyang- goyangkan piknometer. Rendamlah piknometer dengan suhu air 73,43o F selama 24 jam. Timbang berat piknometer yang berisi contoh dengan air.

4.       Pisahkan benda uji dari piknometer dan keringkan pada suhu 213,130F. Langkah ini harus diselesaikan dalam waktu 24 jam.

5.       Timbanglah berat piknometer yang berisi air sesuai dengan kapasitas kalibrasi pada temperatur 73,43o F dengan ketelitian 0,1 gram.

 

8.       Analisis spesific gravity agregat kasar

Tujuan percobaan ini adalah menentukan bulk dan apparent specific grafity dan penyerapan/absorbsi dari agregat kasar menurut ASTM C 127.

 

Prosedur percobaan:

Benda uji telah direndam selama 24 jam. Lalu benda dikeringkan permukaannya dengan menggulungkan handuk pada butiran, lalu hidtung berat kondisi SSD. Benda uji dimasukkan kekeranjang dan direndam kembali didalam air dan kemudian ditimbang, setelah keranjang digoyang-goyangkan didalam air untuk melepaskan udara yang terperangkap. Hitung berat contoh kondisi jenuh.

 
Itulah apa saja yang saya dan teman-teman saya lakukan di praktikum Bahan Bangunan Laut yang pertama.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar